Fokus utama untuk membuat produk anda semakin menarik dan sulit untuk dilawan oleh orang lain, andalah sang Magnet Uang..... rahasianya ada pada 3 hal saja. Apa itu???
Mari kita bahas satu persatu....
PERTAMA... Nilai tambah. Pertanyaan paling pertama, apa nilai tambah produk anda? Apa yang tidak dimiliki oleh orang lain dan dimiliki oleh anda? Mari kita ambil contoh yang pernah dilakukan oleh salah satu konsultan yang saya kenal kepada salah seorang pengusaha apartemen. Pertanyaan pertama : apa yang anda miliki? Jawab : apartemen kami di segitiga emas. Konsultan : tetapi apartemen lain juga di segitiga emas, misal bla... bla... bla... (contoh tidak perlu disebutkan). Pengusaha apartemen : apartemen kami mewah dan komplet sarananya. Konsultan : yang lain juga komplit, nggak cuma kolam renang, tempat tidur mewah, ada tempat rehat, ada toko/pusat jual beli, bahkan dekat dengan mall. Pertanyaan dari konsultan tersebut dilanjutkan terus hingga si pemilik usaha tersebut tidak bisa bicara. Lalu, mereka mengadakan meeting hingga diputuskan (saat itu, kira-kira tahun 98-an, masa krisis ekonomi) mereka mengambil langkah jitu. Tidak ada yang memberikan penawaran seperti ini : uang muka apartemen bisa dikredit setahun. Dan.... dalam jangka waktu kurang dari 6 bulan, penjualan apartemen naik 400%.
Pertanyaannya, apa nilai tambah produk anda???
KEDUA, apa penawaran yang tidak bisa ditolak dari produk anda? Atau, penawaran apa yang menyebabkan produk anda akan dibilang oleh konsumen : waduh, rugi banget kalau aku nggak beli???? Contoh sederhana : dijual rumah tipe 45 seharga 200 juta rupiah dengan hadiah full set furniture dan mobil senilai 75 juta rupiah. Bayangkan, penawaran ini sedemikian dahsyat sehingga anda akan ngiler sekali jika tidak membelinya. Tentu anda akan bilang, ya wajar lah mas, lha wong anda jual rugi. Akan saya jawab begini : tahukah anda dimana anda bisa membeli furniture dan mobil dengan harga murah?
Jika kita kenal atau mengetahui sumber furniture murah, anda akan tahu hanya dengan kurang dari Rp 10jt, anda akan mendapatkan full furniture yang memadai. Kedua, jika anda kreatif mencari iklan mobil dimana orang sedang butuh uang, maka anda akan tahu bagaimana menjual rumah yang (misal) harga pasarannya 125 juta, bisa terjual lebih mahal, karena anda cukup mengeluarkan 40 juta untuk mobil, dan 10 juta untuk furniture. Artinya, jika pasaran rumah harganya adalah Rp 125 juta, anda untung 25jt bukan???
Anda mau lebih yahud lagi penawarannya? Ada hukum scarcity and limited time. Maksudnya adalah, keterbatasan karena kekurangan dan ada batas waktunya. Contoh, penawar 100 orang pertama yang mau membeli rumah anda sebelum tanggal XX, maka akan diundi siapa yang berhak untuk membeli rumah anda.
Silakan berpikir kreatif untuk memberikan penawaran yang sulit ditolak oleh orang lain.....!!!
KETIGA, janji yang powerfull.... Misal dalam kasus rumah : jika mereka kecewa dengan pembelian rumah tersebut, tidak perlu ba bi bu... cukup bilang ke anda, pak, saya kecewa dengan pembelian rumah ini.... dan anda telah menentukan batas waktunya. Misal, kecewa setelah 3 hari pertama, UANG DIJAMIN KEMBALI!!! TANPA BA BI BU....!!!
Silakan ditest.... anda akan tahu betapa anda benar-benar menjadi MAGNET UANG.....!!! Inilah Fokus Marketing yang sesungguhnya.....
Salam
Thursday, July 17, 2008
Thursday, July 3, 2008
Marketing
Dalam dunia marketing, ada dua aliran besar yang secara umum diketahui. Soft selling atau mengingatkan/branding image/awareness. Bentuk marketing seperti ini misalnya adalah papan reklame, iklan di televisi, iklan-iklan yang terlihat tidak ada hubungannya dengan produk tetapi dilabeli produk. Misal, iklan rokok saat lebaran, digambarkan orang pulang kampung dan mengingatkan agar hati-hati tetapi di bagian akhir tetap akan dituliskan logo rokok atau iklan persembahan dari produk rokok X.
Aliran kedua adalah hard selling, direct marketing atau menawarkan. Bentuk sederhananya adalah bagaimana melakukan closed marketing dengan pelanggan. Umumnya, biaya atas iklan direct selling akan berpengaruh terhadap gain atau pendapatan. Contohnya adalah : beli roti tawar Rp 500.000,- berhadiah emas senilai Rp 400.000. Penawaran semacam ini akan berpengaruh terhadap penjualan secara langsung.
Kembali ke konsep dasar marketing. Apa sih marketing? Secara umum, definisi ini saya bisa katakan, marketing adalah memberikan/menukarkan nilai tambah kepada pelanggan secara tepat sehingga pelanggan akan merasa rugi jika ia tidak membeli produk dari kita. Nggak usah terlalu muluk-muluk dengan istilah teknis. Jadi, jika produk kita memiliki nilai tambah, maka pelanggan akan datang sendiri ke kita.
Ada ide lain sebenarnya, karena mungkin ada baiknya jika kita tidak terpaku dengan dikotomi di atas. Mengapa? Karena jika anda punya biaya Rp 2000,- per pelanggan, dan pendapatan anda adalah Rp 5000,- per pelanggan, anda bisa melakukan mengingatkan marketing. Sebab, biaya marketing menjadi unlimited akibat keuntungan yang ditangguk lebih besar dari biaya marketing. Beda jika kita melakukan hard selling, anda harus mempertimbangkan biaya pengadaan emas senilai Rp 400.000 (yang tentu saja sebenarnya mungkin anda beli hanya Rp 100.000 karena beli di sumber yang tepat), jika barang tidak laku maka ada biaya atas beban bonus. Oleh karena itu, nilai biaya marketingnya menjadi lebih terukur dibanding dengan soft marketing.
Ide lain yang saya maksud adalah membuat marketing - dengan metode apapun - harus terukur dengan penjualan yang didapat. Artinya, kita perlu melakukan marketing gila yang membuat publisitas secara positif. Contohnya, jika kita suatu saat memberikan bonus besar-besaran, anda tidak perlu mengiklankan ke media apapun karena mereka akan meliput kegiatan kita secara gratis. Mengapa hal ini penting? Karena biaya atas iklan menjadi murah, mereka dengan sukarela memuat di media.
Anda mengerti kan maksud saya?? Silakan memberikan komentar... :D
Salam...
Aliran kedua adalah hard selling, direct marketing atau menawarkan. Bentuk sederhananya adalah bagaimana melakukan closed marketing dengan pelanggan. Umumnya, biaya atas iklan direct selling akan berpengaruh terhadap gain atau pendapatan. Contohnya adalah : beli roti tawar Rp 500.000,- berhadiah emas senilai Rp 400.000. Penawaran semacam ini akan berpengaruh terhadap penjualan secara langsung.
Kembali ke konsep dasar marketing. Apa sih marketing? Secara umum, definisi ini saya bisa katakan, marketing adalah memberikan/menukarkan nilai tambah kepada pelanggan secara tepat sehingga pelanggan akan merasa rugi jika ia tidak membeli produk dari kita. Nggak usah terlalu muluk-muluk dengan istilah teknis. Jadi, jika produk kita memiliki nilai tambah, maka pelanggan akan datang sendiri ke kita.
Ada ide lain sebenarnya, karena mungkin ada baiknya jika kita tidak terpaku dengan dikotomi di atas. Mengapa? Karena jika anda punya biaya Rp 2000,- per pelanggan, dan pendapatan anda adalah Rp 5000,- per pelanggan, anda bisa melakukan mengingatkan marketing. Sebab, biaya marketing menjadi unlimited akibat keuntungan yang ditangguk lebih besar dari biaya marketing. Beda jika kita melakukan hard selling, anda harus mempertimbangkan biaya pengadaan emas senilai Rp 400.000 (yang tentu saja sebenarnya mungkin anda beli hanya Rp 100.000 karena beli di sumber yang tepat), jika barang tidak laku maka ada biaya atas beban bonus. Oleh karena itu, nilai biaya marketingnya menjadi lebih terukur dibanding dengan soft marketing.
Ide lain yang saya maksud adalah membuat marketing - dengan metode apapun - harus terukur dengan penjualan yang didapat. Artinya, kita perlu melakukan marketing gila yang membuat publisitas secara positif. Contohnya, jika kita suatu saat memberikan bonus besar-besaran, anda tidak perlu mengiklankan ke media apapun karena mereka akan meliput kegiatan kita secara gratis. Mengapa hal ini penting? Karena biaya atas iklan menjadi murah, mereka dengan sukarela memuat di media.
Anda mengerti kan maksud saya?? Silakan memberikan komentar... :D
Salam...
Subscribe to:
Posts (Atom)
